1. HIDUP & MATERI

(tulisan pertama ini merupakan terjemahan bebas dari Thomas Troward yang mencoba menjembatani kebenaran tentang hidup di dalam ajaran agama2  yang terkadang sulit diterima logika, ke dalam bentuk ilmu pengetahuan ilmiah & filosofis agar lebih mudah dipahami oleh pemikiran orang banyak).

Semua orang mengetahui bahwa materi itu tidak mengandung kehidupan alias mati.

Mungkin ada yang masih ingat pelajaran sewaktu kita kecil bahwa sesuatu itu dikatakan hidup dikarenakan kemampuannya untuk bergerak atau bertumbuh misalnya tanaman, hewan & manusia.

Namun jika ditinjau dari sudut pandang ilmu pengetahuan Fisika maka materi harus lah dikatakan hidup jika semata2 mengacu kepada pernyataan di atas!

Mengapa? Dikarenakan segala materi yang ada di dunia, tersusun atas atom2 yang kasat mata & dimana ada atom berarti disitu ada elektron yang bergerak mengitarinya (perhatikan kata: bergerak).

Kalau begitu apakah materi juga harus dikatakan hidup? Tentu saja tidak, namun tepatnya materi meski tidak hidup alias mati namun juga bergerak hanya saja materi itu sendiri tidak menyadarinya (mayoritas orang pun sesungguhnya tidak menyadari fakta ilmiah ini).

Jadi yang membedakan kita maupun mahluk hidup yang lain dari materi adalah tingkat kesadarannya.

Nah, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah berbentuk seperti apakah kesadaran itu?

Untuk mahluk hidup, jelas kesadarannya tidak memiliki bentuk alias abstrak (coba lah tanyakan kepada seseorang bentuk dari kesadaran? Jika jawabannya kesadaran bentuknya adalah otak maka itu bukan lah bentuk yang sesungguhnya sebab orang mati tanpa kesadaran pun masih memiliki otak bukan?).

Untuk benda mati, jawabannya sedikit berbeda. Kita tahu bahwa materi tidak memiliki kesadaran sehingga bentuknya pasti lah bukan abstrak alias konkrit.

Dengan demikian tidak seperti halnya mahluk hidup yang memiliki kesadaran berbentuk abstrak (meski tubuhnya juga berupa materi), maka materi hanya memiliki bentuk konkrit saja.

Tubuh mahluk hidup & materi apa pun pasti memiliki dimensi alias ukuran & pasti berada di dalam sebuah ruang.

Sebaliknya kesadaran yang tidak berbentuk alias tidak berdimensi tentunya tidak mungkin berada di dalam ruang (ataukah ada yang memiliki pendapat bahwa kesadaran itu dimensinya seukuran tubuh mahluk ybs? jika demikian,  tentunya kesadaran di tubuh gajah akan melebihi kesadaran di tubuh tikus, faktanya tidak demikian bukan?).

Sekarang, berdasarkan ilmu Fisika, kita tahu bahwa materi (baik yang hidup seperti tubuh kita, maupun yang mati) selama berada di dalam ruang pasti terikat oleh waktu. Contoh: sebuah materi katakanlah tubuh kita berpindah dari ruang tamu ke ruang tidur maka kita dapat mengukur waktunya yaitu lama perpindahan materi tersebut dari satu titik ke titik lainnya.

Kesimpulannya, kesadaran itu tidak berada di dalam ruang & tidak terikat oleh waktu! (berlawanan dengan pendapat umum bahwa hidup kita senantiasa tunduk di bawah hukum ruang & waktu, sesungguhnya hanya tubuh kita yang berbentuk materi saja yang terikat oleh ruang & waktu).

(bersambung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: