3

Seorang raja tua di Yunani yang tidak memiliki keturunan menyadari bahwa dirinya akan mangkat sebentar lagi.

Dia memutuskan untuk mewariskan kerajaan yang diciptakannya kepada salah seorang dari rakyatnya.

Namun ia harus memastikan bahwa rakyat biasa yang akan terpilih menjadi raja haruslah memiliki kualitas layaknya seorang raja.

Setelah berpikir keras untuk mendapatkan jawaban atas tujuan yang ingin dicapainya namun gagal, akhirnya sang raja memutuskan untuk menjumpai Socrates seorang yang konon paling bijaksana di seluruh daratan Yunani untuk membantunya.

Setelah mengutarakan maksud kedatangannya, Socrates tidak memberikan jawaban yang diinginkannya melainkan semata-mata berkata bahwa jawaban-jawaban tersebut sudah berada di dalam diri setiap orang bahkan terkandung di dalam setiap masalah yang dihadapi setiap orang.

Socrates hanya mengajarkan kerangka berpikir untuk menemukan jawaban tersebut dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang benar sehingga otak sang raja sendirilah yang dirangsang untuk mengeluarkan jawaban-jawaban yang benar atas masalah yang sedang dihadapinya.

Akhirnya sang raja menyadari petunjuk Socrates tersebut & menemukan jawaban melalui 3 buah pertanyaan atas masalah yang sedang dihadapinya sebagai berikut:

1. Kapankah waktu terbaik untuk melakukan hal yang benar?

2. Siapakah orang yang paling tepat untuk berada bersama kita di dalam melakukan hal tersebut?

3. Apakah hal yang paling penting untuk dilakukan?

Merasa bahagia, sang raja segera mengadakan sayembara yang memberikan kesempatan setara bagi setiap rakyatnya untuk mengikutinya dengan hadiah yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya yaitu peluang untuk mendapatkan kehidupan sebagai seorang raja apabila ada yang berhasil memberikan jawaban yang benar.

Bermacam-macam jawaban yang dikeluarkan oleh setiap orang misalnya ada yang menjawab waktu paling tepat adalah nanti apabila sudah memiliki banyak uang, orang yang paling cocok untuk bersama-sama adalah keluarga atau teman-teman yang kita sukai serta hal yang paling penting adalah bersenang-senang di dalam hidup ini.

Sang raja merasa sangat sedih melihat isi hati serta pikiran rakyatnya di dalam menjawab pertanyaan tersebut & memutuskan untuk pergi berburu ke tengah hutan sejenak.

Di dalam hutan ia berjumpa dengan seorang pemuda sederhana yang sedang mencari kayu bakar untuk menghangatkan orang tuanya & sang raja berpura-pura menyamarkan dirinya sebagai rakyat jelata serta menyampaikan berita tentang sayembara tersebut. Tapi si pemuda sepertinya tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mampu membuatnya menjadi seorang raja & tetap mengutamakan mencari kayu bakar.

Sang raja akhirnya memutuskan untuk menggantikan pemuda tersebut mencari kayu bakar asalkan si pemuda mau memikirkan jawaban atas pertanyaannya. Tiba-tiba muncul seorang pria asing yang terluka parah akibat dianiaya serta terhuyung-huyung menghampiri mereka. Segera sang raja membawa orang tersebut ke rumah di pemuda & merawat luka-lukanya.

Keesokan harinya orang tersebut telah siuman & mengenal sang raja meski menyamar sebab ia sangat dendam terhadap raja tersebut yang dianggapnya sebagai orang yang paling bertanggung jawab karena membiarkan anak buahnya semena-mena merampas tanah miliknya serta menganiaya dirinya.

Namun orang tersebut merasa bersalah karena ternyata sang raja dipenuhi belas kasih & telah merawatnya. Setelah meminta maaf kepada sang raja, orang asing tersebut mengurungkan niat untuk membalas dendam & pergi ke arah yang berlawanan.

Setelah peristiwa tersebut berlalu, sang raja kembali bertanya kepada pemuda sederhana tersebut & ia menjawab:

1. Waktu paling tepat untuk melakukan hal-hal yang benar adalah sekarang seperti yang dicontohkan sang raja dengan segera menolong orang terluka tersebut

2. Orang yang paling tepat bersama kita adalah siapa pun yang ada di depan kita saat ini seperti yang telah diperlihatkan sang raja terhadap orang asing tersebut meski bukan sanak famili maupun sahabat sang raja

3. Hal terpenting untuk dilakukan adalah cinta kasih seperti yang telah ditunjukkan oleh sang raja di dalam merawat orang asing yang terluka tersebut.

Sang raja tersenyum pernuh syukur menyadari bahwa ia telah menemukan orang yang berhak mewarisi kerajaannya meski cuma seorang pemuda kampung sederhana.

2 Responses to “3”

  1. WARISNO Says:

    saya suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: