AVATAR

Pernah menyaksikan film Avatar? Film tersebut mengisahkan kemungkinan untuk memindahkan jiwa/kesadaran seseorang ke dalam tubuh yang lain.

Nah, sebetulnya manusia juga sekedar Avatar di tubuh yang mreka miliki saat ini (bedanya di film tokoh utamanya bebas untuk memilih tubuh yang mereka inginkan).

Manusia adalah Avatar terburuk!

Mengapa? Di film kita saksikan betapa tokoh utamanya mati-matian berupaya untuk menjadi Avatar yang sejati dimana pada akhir cerita ia lebih memilih mengorbankan kehidupan lamanya demi menggapai apa yang menjadi impiannya.

Impiannya sangatlah sederhana yaitu semata-mata keinginan untuk dapat berjalan kembali.

Ketika kita memakai kacamata manusia maka kelihatannya impian sang tokoh utama tersebut sangatlah tidak masuk di akal, mana ada orang yang lebih memilih untuk meninggalkan kehidupannya sebagai manusia yang bermartabat untuk menjadi suku pedalaman yang tidak jelas?

Well, ada pelajaran yang bisa kita petik dari film tersebut yaitu sang tokoh utama mengambil KEPUTUSAN demi sebuah kehidupan yang baru secara harafiah, dengan benar-benar memutuskan diri dari kehidupan lamanya sebagai manusia & mengikuti kata hatinya mencintai wanita Avatar (padahal wajah wanita Avatar tersebut menurut ukuran manusia sangat menyeramkan untuk membuat kita jatuh cinta bukan?).

Dengan kata lain, sang tokoh utama di film Avatar tidak termenung memikirkan nasibnya sebagai manusia yang lumpuh melainkan menyadari kemungkinan baru dimana ia dapat berjalan kembali sebagai Avatar meski harus meninggalkan kehidupan lamanya sebagai manusia.

Sebaliknya manusia malah suka mengeluh entah karena alasan fisik atau ekonomi & lupa mengarahkan perhatian terhadap kemungkinan-kemungkinan lain yang melimpah. Hal-hal yang merupakan mukjizat di film Avatar seperti kemungkinan untuk bisa berjalan serta keajaiban karena bisa hidup di dalam suatu tubuh fisik, di dunia manusia sudah lama dilupakan.

Di film, sang tokoh utama juga sangat menghargai serta merawat tubuh Avatar-nya yang berharga jutaaan dolar & sarat oleh teknologi canggih (namun manusia sendiri jarang memperlakukan tubuhnya seperti demikian padahal jauh lebih canggih & tidak ternilai, contohnya ketika kita terluka maka tubuh akan memperbaiki dirinya sendiri secara otomatis tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeserpun ).

Manusia sebagai Avatar meski tidak bisa memilih tubuh yang diinginkannya namun memiliki kemampuan untuk memilih pikiran-pikiran apa yang akan dicerna otaknya. Tidak ada perbedaan kualitas antara pikiran kita dengan James Cameron yang membuat film Avatar tersebut (tetapi beliau memilih menggunakan pikirannya hanya untuk hal-hal yang konstruktif sehingga hasil akhirnya menjadi kenyataan & yang menyaksikan karya-karyanya seolah-olah melihat sebuah mukjizat dari dunia lain).

Seperti halnya Avatar, tubuh kita yang sekarang bukan lah diri kita yang sejati melainkan sekedar sebuah alat yang canggih. Kemampuan manusia untuk menguasai tubuhnya yang akan menentukan apakah dirinya dapat berjalan, melompat tinggi atau berlari.

Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan tubuh Avatar kita serta kembali ke asal, akan sangat menyenangkan apabila kita  menyaksikan ulang bahwa semasa hidup didalamnya kita telah mengendalikan Avatar masing-masing untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama (ataukah ada yang lebih memilih untuk menggunakan Avatar-nya secara membabi buta)?

What is your Avatar?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: