UNIVERSAL MIND

Beberapa buku personal development terbaik yang pernah saya baca selalu menyebutkan tentang “universal mind” (al-`aql al-kulliy).

Ini adalah sesuatu yang masih berada di luar jangkauan pemahaman otak saya serta bikin penasaran.

Singkatnya, universal mind adalah realitas fundamental yang memenuhi seluruh alam semesta termasuk kita semua, dimana kita masing-masing merupakan manifestasi individual darinya semata-mata & sebenarnya  saling terhubung satu sama lain namun tidak menyadarinya (hanya para nabi & beberapa jenius yang mampu memahami keberadaannya).

Saya tidak merasa penulis-penulis buku tersebut mengada-ada sebab kesimpulan yang mereka tarik mengenai universal mind mengikuti kaidah ilmiah, dimana hasilnya didapatkan melalui metode induktif setelah melakukan wawancara dengan berbagai orang yang bukan sembarangan yaitu para jenius seperti Henry Ford, Teddy Roosevelt (salah satu presiden terbesar amerika), Wilbur Wright (penemu pesawat terbang), Alexander Graham Bell, John D. Rockefeller (orang terkaya dalam sejarah), Thomas Alfa Edison dan lain-lain.

Mereka adalah orang-orang yang menggunakan universal mind tersebut secara sadar maupun tidak sehingga berhasil menaklukkan alam semesta baik ruang maupun waktu bahkan harta & kekuasaan melalui karya-karya mereka yang monumental.

Saya menduga-duga bahwa kemungkinan yang dimaksud dengan universal mind adalah pikiran Tuhan namun karena latar belakang mereka rata-rata adalah intelektual yang sekuler maka istilah yang mereka gunakan adalah universal mind.

Saya mencoba mencari informasi melalui pendekatan ilmiah yaitu lewat ilmu psikologi namun hanya menemukan fakta-fakta berikut:

1. Ilmu psikologi mengenal adanya pikiran bawah sadar dimana pemanfaatannya diklaim mampu memperbaiki kinerja manusia secara signifikan (namun tidak mengklaim pikiran bawah sadar tersebut sebagai universal mind).

2. Ilmu psikologi membuktikan adanya gelombang otak yaitu alpha, beta, theta & delta untuk mengetahui kondisi paling optimum bagi manusia (namun lagi-lagi tidak mengklaim adanya efek gelombang otak tersebut dengan universal mind)

Saya kemudian mencoba melengkapi informasi-informasi tersebut melalui pendekatan spritual lewat hinduisme & agama budha saudaranya (sebetulnya agama monotheis yaitu islam yang beraliran sufi & sepupunya agama nasrani memiliki sejumlah informasi yang mirip, namun berhubung cukup abstrak sehingga sulit dikaitkan secara ilmiah maka tidak saya tuliskan):

1. Maharishi Mahesh Yogi seorang spiritual hindu yang terkenal menyebutkan bahwa pikiran bawah sadar dapat dikembangkan menjadi pikiran sadar melalui praktek meditasi (disini saya menemukan pola hubungan dengan ilmu psikologi).

2. Agama budha mengajarkan secara jelas level tertinggi dari ilmu meditasi yang disebut pencerahan serta mengakui dengan eksplisit hubungan kita satu sama lain melalui konsep “sunyata” & hukum karmanya (hal ini saya nilai sebagai pola hubungan terhadap universal mind yaitu adanya sifat saling keterkaitan antara satu terhadap yang lain).

Karena masih berupa pola-pola maka sebagai upaya akhir saya menggali informasi dari ilmuwan-ilmuwan saat ini yang terkenal sebagai berikut:

1. Roger Penrose (partner kerja Stephen Hawking)

Beliau menjelaskan konsepnya tentang alam semesta dimana secara fundamental menurutnya sekedar kumpulan dari atom-atom.

Konon dahulu kala atom-atom tersebut sekedar melayang-layang di alam semesta dalam bentuk energi namun berhubung sifatnya yang tidak stabil, tiba waktunya dimana mereka kehilangan energi & runtuh serta menyatu membentuk realitas yang sekarang kita kenal sebagai alam semesta.

Dengan kata lain realitas fundamental alam semesta berasal dari atom-atom (beliau menyebut hal ini bisa dianggap sebagai universal mind namun tidak menyebutkan keterkaitan antar atom tersebut yang merupakan syarat untuk memenuhi definisi universal mind).

2. Teori holographic universe

Beberapa ilmuwan lintas disiplin dari berbagai bidang yaitu fisika (gerard’t hooft pemenang nobel fisika), biologi & psikologi memberikan teori radikal tentang alam semesta yaitu semata-mata ilusi belaka ibarat hologram raksasa!

Mereka menyebutnya sebagai sebuah hologram dimana segala benda di alam semesta termasuk kita semua di dalamnya saling terhubung satu sama lain namun tidak menyadarinya.

Secara garis besar alam semesta &  isinya dibentuk oleh sebuah substansi dasar tidak kasat mata. Kenyataan yang kita lihat berbanding lurus terhadap tingkat kesadaran kita masing-masing dalam bentuk gelombang pikiran atas substansi tersebut  (disini saya menemukan hubungannya dengan penjelasan dari penrose dimana atom juga tidak kasat mata serta memiliki keterkaitan dengan ilmu psikologi dalam hal gelombang pikiran).

Beberapa orang memiliki gelombang pikiran yang lebih maju seperti para nabi & jenius-jenius yang mampu menangkap substansi dasar tersebut sehingga mereka bisa melihat kenyataan dalam bentuk lain (karena substansi tersebut ternyata seperti ruang penyimpanan raksasa atas pengetahuan, sejarah, masa depan, dimensi lain dan sebagainya).

Sebagian besar manusia tidak memiliki tingkat pemikiran seperti mereka & diibaratkan seperti ikan-ikan di laut yang tidak pernah menyadari bahwa sebenarnya mereka berada di dalam air laut serta terhubung oleh air laut yang sama sehingga setiap riak maupun gelombang yang ditimbulkan akan mempengaruhi ikan lainnya & efeknya pasti kembali ke diri sendiri.

Teori ini paling mendekati definisi dari universal mind yang memenuhi seluruh alam semesta serta menghubungkan isinya, namun sayangnya sampai saat ini belum ada konsensus ilmiah legitimate yang mengakuinya.

Saya akhirnya memutuskan untuk berhenti mencari penjelasan tentang universal mind tersebut & mencontoh jejak Santo Agustinus di kala mencoba memahami pikiran Tuhan namun tidak berhasil kemudian bertemu dengan seorang anak kecil di tepi pantai yang sedang memindahkan air laut ke dalam sebuah lubang kecil.

Beliau bertanya tujuan anak kecil tersebut & terheran-heran mendengar jawabannya yaitu ingin memindahkan isi laut ke dalam lubang kecil tersebut.

Santo Agustinus menasihatinya bahwa itu adalah hal yang mustahil untuk memasukkan isi laut yang sangat luas ke dalam sebuah lubang kecil & anak kecil tersebut mendadak balik berkata sama sia-sianya dengan mencoba memahami pikiran Tuhan yang maha luas ke dalam otaknya yang sekecil itu (kemudian anak tersebut menghilang dari pandangannya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: