COGITO ERGO SUM

Judul di atas saya kutip dari filsuf prancis yang terkenal bernama Rene Descartes.

Artinya adalah “saya berpikir oleh karena itu saya ada” (atau dalam bahasa inggris “”i think therefor i am”).

Dengan kata lain keadaan itu hanya terjadi di dalam pikiran (yang berada di dalam diri).

Orang kebanyakan akan menentang pendapat tersebut dengan berkata sebaliknya, bahwa keadaan itu selalu terjadi di luar diri.

Sejauh mata memandang atau telinga mendengar (termasuk apa yang dikecap lidah maupun dirasakan oleh tubuh), segala bentuk keadaan itu jelas-jelas berada di luar!

Cara berpikir seperti itu hanya mengandalkan kelima indera & justru melupakan otak yang merupakan pusat di dalam menerima masukan dari indera-indera tersebut.

Indera-indera kita memiliki keterbatasan & amat lah di sayangkan jika kita menjadi tunduk terhadap keterbatasan tersebut di dalam menilai keadaan diri kita yang sejati!

Jaman dulu ketika copernicus & galilei berpikir tentang bumi bergerak mengitari matahari, nyaris semua orang menganggapnya gila sebab jutaan pasang mata melihat matahari lah yang bergerak di langit & bumi itu diam (ini adalah salah satu argumen betapa destruktifnya melakukan penilaian berdasarkan indera semata-mata).

Orang-orang di dunia berpikir secara tidak sadar berdasarkan informasi dari  kelima indera semata-mata sehingga hasil akhir keputusannya selalu melihat ada perbedaan antara keadaan yang satu dengan lainnya misalnya antara kaya & miskin, cakep atau jelek dan lain-lain (demikian lah cara mereka menilai keadaan diri sendiri atau keadaan orang lain).

Karena itu kita jumpai fenomena orang-orang yang merasa dirinya miskin atau melihat orang lain itu jelek dan seterusnya.

Namun segelintir orang mulai mengikuti pola pikir descartes bahwa segala sesuatu itu sesungguhnya hanya terjadi di dalam benak & karena itu di dalam menilai keadaan diri mereka atau orang lain menyadari bahwa keadaan tergantung kepada pemikiran mereka sendiri contohnya saya bodoh hanya apabila saya berpikir demikian, masabodoh dengan penilaian jutaan pasang mata orang lain!

Orang-orang seperti ini lah yang menaklukkan sang nasib & mengubah dunia (banyak fakta mengejutkan orang-orang yang dinilai miskin, jelek, bodoh atau pesakitan bahkan peot namun terbukti mampu menjadi orang-orang yang sukses).

Cara berpikir seperti ini mampu menghilangkan keterbatasan-keterbatasan apabila orang-orang sadar bahwa keadaan-keadaan negatif itu sesungguhnya bukan berada di luar diri namun semata-mata di dalam benak & untuk melenyapkannya sebetulnya sederhana yaitu dengan berhenti memikirkannya! (atau ubahlah dengan memikirkan hal-hal positif).

ps: sebagai demonstrasi lebih lanjut, descartes mengeluarkan argumen sebagai berikut:

“ketika saya mengamati proses di dalam menilai sesuatu & semata-mata mengandalkan kelima indera contohnya sebatang lilin maka informasi yang diterima adalah obyek tersebut memiliki keadaan tertentu seperti bentuk, tekstur, ukuran, warna, bau dan seterusnya.

namun saat lilin tersebut saya dekatkan kepada api maka seluruh keadaan yang sebelumnya saya nilai sebagai sebatang lilin ternyata berubah!

ini adalah obyek yang baru berdasarkan informasi yang saya terima dari kelima indera karena memiliki keadaan yang berbeda dibandingkan sebatang lilin sebelumnya (padahal obyek ini jelas-jelas masih sebatang lilin yang sama).

saat itu lah saya menyadari bahwa obyek atau keadaan yang ditangkap oleh indera penglihatan sebagai sesuatu yang berbeda namun penilaian akhir pikiran kita lah semata-mata yang paling menentukan”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: