6TH SENSE

Topik ini saya tulis berhubung salah seorang keponakan sepertinya memiliki kemampuan tersebut.

Ia masih duduk di sekolah dasar namun kadang-kadang ketakutan karena melihat kuntilanak di langit-langit ruangan!

Reaksi saya ketika mendengarnya tentu saja terbersit rasa takut seperti orang kebanyakan namun berhubung saya telah mengembangkan kebiasaan untuk melawan ketakutan, maka saya bisa mengaktifkan sisi tersebut di dalam otak saya serta mengajarinya untuk melakukan sugesti positif di dalam mengendalikan perasaannya.

Saya kemudian berteori bahwa apa yang dimiliki oleh keponakan & saya sebetulnya memiliki sumber yang sama di dalam otak kita, dimana ada sejumlah “saklar” di dalam benak setiap orang yang secara default nyala atau mati.

Nah, saklar indera keenam pada keponakan saya ternyata hidup sedangkan pada diri saya kondisinya off.

Indera keenam atau “mata ketiga”, saya yakin dimiliki oleh setiap orang & memiliki bermacam-macam turunan (bermacam-macam saklar) seperti kemampuan untuk melihat dimensi lain, masa depan atau masa lalu, telepati, peluang bisnis, intuisi dan lain-lain.

Saya percaya setiap orang dapat mengaktifkan atau mematikan saklar-saklar tersebut melalui tindakan sugesti (menginduksi pikiran bawah sadar melalui kata-kata & kebiasaan yang berulang di dalam meyakini sesuatu hal).

Menarik bukan apabila kita dapat mengaktifkan indera keenam kita misalnya di dalam mengidentifikasi peluang bisnis yang nyaris tidak dapat dilihat oleh orang kebanyakan?

Salah satu fakta konkrit yang saya sajikan sehubungan dengan intuisi bisnis adalah sejarah kota las vegas di amerika yang dulunya merupakan padang pasir tandus, namun seorang bernama benjamin “bugsy” siegel jauh-jauh hari telah memiliki penglihatan/visi bahwa kelak akan terbangun sebuah kota modern di atasnya (semua orang pada waktu itu mencibirnya mengingat tidak ada apa-apa di sana bahkan air setetes pun).

Indera keenam di dalam otak kita, menurut saya bekerja berdasarkan prinsip gelombang radio atau televisi dimana semua orang memiliki sejumlah band atau frekuensi di dalam dirinya persis seperti pesawat radio AM, FM, MW (atau pesawat televisi RCTI, SCTV, Indosiar).

Namun orang kebanyakan hanya mampu tune-in ke frekuensi tertentu alias single band yaitu dunia nyata, sementara orang-orang tertentu memiliki bagian di dalam otak mereka yang sensitif terhadap frekuensi dari dimensi lain alias multi band (oleh karena itu ada yang memiliki kemampuan untuk mendengar dan/atau melihat hal-hal lain di dalam kepala mereka).

Asumsi ini membawa implikasi menarik yaitu bahwa di ruangan kita berada sekarang terdapat dimensi atau dunia lain yang tidak kasat mata dikarenakan frekuensinya tidak mampu ditangkap oleh orang kebanyakan (ibarat mencoba menjelaskan siaran Fajar TV lokal di makassar kepada orang jakarta yang tidak pernah melihatnya).

Ini berarti kita tidak hidup di dunia nyata yaitu satu-satunya dunia yang kita ketahui sekarang (universe) melainkan multi-verse yang diakui keberadaannya oleh seluruh agama-agama besar di dunia yaitu dunia surga & neraka, dunia jin atau dunia dewa-dewi.

Jadi implikasi pertama menghapuskan batas ruang (diskrit/nyata) yang sampai sekarang diyakini oleh para ilmuwan termasuk kita semua, berlawanan dengan para nabi sejak jaman dahulu yang sudah mengetahui bahwa ruang itu berlapis-lapis melalui mata batin mereka.

Implikasi yang kedua adalah bahwa pemahaman mengenai waktu yang kita miliki yaitu masa lalu, masa kini & masa depan sesungguhnya ilusi belaka,  jika merujuk kepada kemampuan beberapa peramal-peramal masa depan seperti nostradamus atau beberapa penganut agama hindu/budha yang konon mampu menerawang kehidupan masa lalu mereka. Apa yang mereka lihat semuanya selalu terjadi pada saat itu juga alias masa depan maupun masa lalu sedang berlangsung saat itu juga namun di dimensi yang berbeda.

Berdasarkan kedua asumsi tersebut mengenai ruang & waktu jika dikaitkan untuk menjelaskan mengenai mekanisme doa mungkin seperti ini, yaitu apa yang kita minta kepada Tuhan sesungguhnya telah dikabulkan saat itu juga! Hanya saja kita kebanyakan tidak memiliki kemampuan untuk melihatnya karena sedang diproses di dimensi yang berbeda (dimana doa adalah transmitter untuk merubah keinginan kita menjadi getaran/frekuensi surga).

Dengan kata lain indera keenam yang sering diragukan tidak ilmiah justru lebih maju ribuan tahun dibandingkan teknologi tercanggih buatan manusia yang saat ini kita miliki (yang lebih lambat perkembangannya di dalam melihat atau membuktikan hal-hal tertentu).

Mungkin ada yang setuju dengan teori ini & ingin mencoba mengaktifkan pesawat radio atau televisi tercanggih yang diberikan Tuhan kepada manusia?

(ps: secara ilmiah teori ini tidak dapat dikatakan benar karena perlu pembuktian konkrit, namun juga tidak bisa divonis salah sebelum dibuktikan terbalik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: