SOME MEN ARE FROM VENUS (SOME WOMEN ARE FROM MARS)

Saya pernah membaca salah satu buku yang sempat populer berjudul Men Are From Mars, Women Are From Venus.

Dulu perbedaan yang disebutkan buku tersebut saya ikuti secara hitam putih yaitu berasumsi bahwa pria adalah pria & wanita adalah wanita.

Pola pikir seperti itu dipengaruhi oleh fakta fisiologis bahwa disebabkan tubuh wanita seperti itu maka otomatis mempengaruhi cara berpikirnya, ada batas-batas tertentu dimana wanita tidak mungkin bertindak selayaknya pria (meski saya menyadari adanya gerakan emansipasi maupun feminisme yang tumbuh & berkembang di dunia modern).

Seiring bertambahnya usia melewati 30 tahun, berangsur-angsur pemahaman saya berubah.

Saya bertemu dengan beberapa pria yang terlihat macho namun justru tingkah lakunya seperti wanita atau pria yang terlihat feminim namun memiliki tanggung jawab melebihi lelaki tulen! (dan sebaliknya berlaku untuk wanita).

Saya akhirnya menyimpulkan bahwa terlepas dari tubuh fisik seseorang, penilaian lelaki atau wanita lebih relevan dilihat dari cara berpikir seseorang & terutama sikap mereka terhadap orang lain.

Menurut buku tersebut yang digolongkan sebagai pria secara garis besar adalah sebagai berikut:

1. Di dalam menilai sesuatu menitik beratkan perbandingan

Salah satunya, kebanyakan pria memilih memberikan uang terhadap sebuah pertolongan dibanding ucapan terima kasih sebab sistem penilaiannya menganggap bahwa uang jauh lebih bermanfaat secara riil.

Mereka memberikan penilaian yang besar untuk hal-hal semacam itu karena sistem penilaian internal di dalam kepalanya menganggap bahwa tindakan tersebut lebih berkualitas dibandingkan ucapan terima kasih yang nilainya lebih kecil.

2. Di dalam menghadapi masalah cenderung mengambil jarak dengan cara menyendiri

Sering pria yang sedang menghadapi masalah cenderung terlihat pendiam dimana sebetulnya mereka lagi berpikir untuk mencari solusi atau kadang-kadang meninggalkan sebuah tempat dimana mereka hanya sekedar mencoba untuk melepaskan diri sesaat dari masalah yang menghimpit agar dapat kembali menghadapinya dengan energi yang baru.

Wanita sebaliknya dikategorikan seperti ini:

1. Di dalam menilai sesuatu titik beratnya bukan pada perbandingan melainkan frekuensi

Wanita sebaliknya menghargai hal-hal kecil seperti ucapan terima kasih maupun bantuan keuangan dengan nilai yang sama saja.

Perhatian-perhatian kecil yang lebih sering justru mendapatkan penilaian tinggi dari mereka apabila diakumulasi dibandingkan mendapatkan uang yang datangnya cuma sekali-sekali.

2. Di dalam menghadapi masalah cenderung mencurahkannya baik dengan cara berkomunikasi atau memberikan perhatian

Ketika melihat orang lain mengalami masalah maka wanita tidak segan-segan turun tangan segera memberikan perhatian dengan tujuan memberikan dukungan kepada pihak yang sedang mengalami masalah.

Namun demikian pula ketika mereka yang mengalaminya maka wanita akan segera mencurahkannya/berkomunikasi serta mengharapkan adanya perhatian dari pihak lain.

Nah, terkadang saya berjumpa dengan pria yang justru bertingkah laku persis seperti kategori wanita yang disebutkan buku tersebut!

Karena fisiknya lelaki tulen, maka saya cenderung memperlakukannya atau melakukan pendekatan selayaknya pria yang ternyata justru kurang cocok.

Kadang-kadang pria seperti ini ketika mendapatkan bantuan keuangan malah tidak menghargainya, justru lebih menyukai perhatian-perhatian kecil yang rutin selayaknya wanita!

Atau ketika mereka sedang menghadapi masalah & saya pikir mereka butuh waktu untuk menyendiri di dalam mencari solusi, pria seperti ini justru mengamuk karena tidak mendapatkan komunikasi yang dibutuhkannya!

Saya sering merasa frustasi berhadapan dengan pria semacam itu & kadang-kadang menghakimi mereka sebagai lelaki yang tidak obyektif, moody, terlalu sensitif serta mengada-ada (justru kalau berhadapan dengan wanita saya lebih bisa mengerti).

Namun akhirnya saya menyadari bahwa cara berpikir saya lah yang perlu diubah karena terlalu kaku di dalam menerapkan petunjuk dari buku tersebut & kurang memahami bahwa kategori pria atau wanita di dalam buku tersebut tidak pernah secara eksplisit merujuk kepada tubuh fisik.

Bagaimana dengan anda? Pernahkan bertemu dengan pria dari venus atau wanita dari mars?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: